Paper Asset Vs Real Asset

PAPER ASSET SOLUSI FINANCIAL KELUARGA

Apakah rencana Anda?

1. Menyiapkan masa depan Anak? 2. Pensiun tenang? 3. Menyiapkan suksesi bisnis? 4. Menyiapkan jaminan kemampuan untuk membayar hutang untuk start/ekspansi bisnis, membeli rumah? 5. Menyiapkan warisan adil untuk anak2 tersayang? 6. Menyiapkan dana darurat? Apakah Bapak/Ibu sudah pernah dengar Paper Aset Program? Asset yang paling banyak dimiliki oleh Masyarakat di Negara Maju. Di Indonesia terbiasa dengan Conventional Assets seperti : Rumah, Ruko, Apartment,Tanah, Logam Mulia, dll, bahkan sering terjadi 1 orang mampu di Indonesia memiliki lebih dari 1 Rumah, Ruko atau Apartment. Bapak/Ibu tahu, zaman dulu kakek – nenek kita berinvestasi pada produk apa? Ya betul sekali logam emas, perak, rumah, tanah, perkebunan, sawah dan tambang. Itulah jenis-jenis real asset. Real asset seringkali disebut dengan istilah physical atau tangible assets. Kira-kira darimana sumber keuntungannya? Sebagian besar keuntungan didapat dari kenaikan harga asset dan arus kas. Dulu harga tanah di pinggir kota Rp 100.000 per meter. Setelah 20 tahun berjalan kota terssebut mengalami kemajuan, tanah yang dipinggir kota menjadi masuk di dalam kota dan harganya naik menjadi Rp 900.000 per meter. Nah itu lah potensi keuntungan Zaman dulu para tuan tanah memiliki sawah yang cukup luas 1 – 10 hektar, apakah mereka mengerjakan sendiri? Jawabannya tentu saja tidak, mereka mempekerjakan orang-orang dan menerapkan sistem bagi hasil. Nah inilah yang disebut dengan adanya cash-inflow atau arus kas masuk. Investasi di real asset cenderung membutuhkan modal yang cukup banyak, missal Anda harus mengeluarkan uang untuk membayar uang muka tanah. Keuntungannya harga tanah cenderung stabil dan meningkat Apa beda dan untungnya Real Asset dengan Paper Asset? Real Assets misalnya Rumah. Rumah Pertama adalah untuk tempat tinggal tetapi kalau beli Rumah ke-2 ke 3 dst? Tentunya untuk rencana Investasi yang nantinya akan diwariskan untuk anak-anak kita. Contoh : Bapak Bijak beli Rumah ke 2 senilai 2,5 Milyar. Disarankan jangan beli dengan Cash meskipun Bapak Herman punya Uang 2,5 M Cash. Lebih Baik beli dengan KPR Bank. Ingat tujuan beli rumah ke 2 adalah untuk Investasi. Jika beli via KPR , Bapak Bijak hanya perlu keluar uang umumnya DP (downpayment) 30% dari 2,5 Milyar, yaitu Rp.750 Juta. Asumsi Bunga Efektif 12%/Tahun maka cicilannya adalah sekitar 30 Juta/Bulan Asumsi KPR 10 Th. Bapak Bijak masih ada sisa Uang 1 Milyar 750 Juta di Depositokan di Bank.  Dengan asumsi Bunga Deposito 7%/Tahun masih dapat Bunga sekitar : 10 Jt/Bln. Dengan KPR jika saat Investasi angsuran berjalan baru 1 bulan misalnya Investor Meninggal Dunia maka Ahli Waris yaitu anak-anaknya langsung memiliki Rumahnya karena KPR kerjasama dengan Asuransi dimana jika yang mencicil Rumah meninggal dunia maka Rumah dianggap Lunas. Jadilah Investasi 750 juta. Meskipun cicilan baru 1 x tapi Anak-anak sebagai ahli waris sudah punya Rumah ke-2 senilai 2,5 M dan Bapak Bijak masih ada Deposito yang setiap bulan bunga : 10 Jt/Bulan. Investasi Property Menarik bukan? Tidak heran Orang Indonesia banyak yang punya Real Assets untuk diwariskan ke anak-anak kelak. Nah, Punya Real Asset begitu menarik bagi masyarakat Indonesia sehingga asset jenis ini diburu orang-orang Indonesia sampai ke negara Tetangga contoh: Malaysia. Tapi di Negara maju seperti Eropa, Amerika atau Singapore  Real Asset sudah mulai berkurang dan ditinggalkan. Kenapa? Karena Real Asset dianggap Terlalu Ribet dan mengeluarkan Biaya Tambahan yang cukup banyak serta pertimbangan lainnya. Misalnya : Bapak Bijak tadi yang beli Rumah 2,5 Milyar Meninggal Dunia maka anaknya langsung punya warisan Rumah ke 2 senilai 2,5 Milyar. Tapi apakah asset ini akan menghasilkan banyak uang buat ahli waris ? Bagaimana jika Ahli waris perlu Uang Cash karena Bapak Bijak sebagai Pencari Nafkah sudah tidak ada ? Maka mereka akan jual Rumah tadi. Apakah Mudah laku dan bisa cepat ? Ada beberapa yg perlu kita lihat : 1. Sebelum laku dijual tentunya akan ada Biaya Maintenance, 2. Supaya laku cepat harus pasang iklan berarti ada biaya iklan atau Fee utk Agen sekitar 2-3%, 3. Jika laku dikenakan pajak Penjual 5%. 4. Biaya Balik Nama bayar lagi ke Notaris. Inilah alasan paling kuat kenapa orang di Negara Maju tidak terlalu berminat menambah Conventional Assets. Bagi mereka Punya 1 Rumah atau Apartment sudah Cukup. Lalu asset apa yg mereka tambah?

Jawabannya adalah : Paper Asset.

Untuk Punya Paper Asset senilai 5 Milyar, Bapak Bijak Usia 45 tahun cukup Cicil dari 5 juta sampai 8 Juta/Bulan selama jangka waktu 10 Tahun. Keunggulan Paper Asset : 1. Tidak Ada Down Payment. Bandingkan dengan Bapak Cerdas Beli Rumah 2,5 M DP 750 Juta Cicilan 30 Jt/Bln selama 10 Th. 2. Tidak ada Maintenance Fee. 3.Tidak ada Biaya Iklan, 4. Tidak ada balik nama atau biaya Notaris. 5. serta masih banyak keuntungan lain nya . Jika Bapak Bijak beli Paper Asset senilai 5 M dan dia Meninggal Dunia maka Anaknya langsung terima uang berupa Check atau Transfer ke rekening Rp 5 Milyar + Hasil Investasinya tanpa ada Potongan Pajak meskipun Baru Cicil 1 x : 8 Jt/Bulan.

Lalu bagaimana jika terjadi skenario ini :

Sang ayah /bapak pencari nafkah terkena Musibah penyakit kritis dan berumur panjang.

Real asset biaya cicilan KPR pasti harus terus di bayarkan , padahal secara Financial Ekonomi sudah pasti berat bukan? kenapa? karena akan memerlukan biaya yang sangat besar untuk berobat , pengobatan Penyakit kritis (contoh : kanker, jantung, stroke) biaya tersebut sangat besar dan akan sangat mengganggu Financial keluarga kita. Lewat Paper Aset yang ditambahkan dengan KPR Care Plan, permasalahan seseorang yang sedang mencicil rumah lalu terkena sakit kritis pun akan terselesaikan. Cicilannya Lunas dibayarkan oleh si KPR Care Plan. Baca selengkapnya di KPR Care Plan Jika Bapak/Ibu sudah jelas masalah skenarionya pasti ambil solusi untuk kesimpulan terbaik. Saat ini Lewat Paper Aset yang ditambahkan dengan KPR Care Plan, permasalahan seseorang yang sedang mencicil rumah lalu terkena sakit kritis pun akan terselesaikan. Cicilannya Lunas dibayarkan oleh si KPR Care Plan. Baca selengkapnya di KPR Care Plan Lalu bagaimana jika Bapak Bijak sudah terlanjur beli Rumah kedua  dengan KPR? Sisa uangnya 1 M 750 Juta di Deposito dengan hasil Bunga 10 Juta/Bulan. Gunakan saja bunganya sekitar 5- 8 Juta untuk menciptakan Paper Asset Baru senilai 5 Milyar (sekaligus untuk Proteksi Financial bila terjadi musibah atau resiko).

Satu yang terpenting dalam hal memilih Paper Aset adalah Paper Aset Tapro dari Allianz.

Untuk konsultasi GRATIS mengenai paper aset klik Botton Whatsapp dibawah.